Kentongan

Kentongan

Kentongan

Asal Kata Kentongan sendiri dari sebuah alat yang bernama kentong, dimana kentong ini adalah alat komunikasi tradisional yang terbuat dari bambu atau kayu dan digunakan untuk memberi informasi kepada masyarakat dengan isyarat atau ketukan-ketukan tertentu.

Sejarah dari tiap daerah selalu berbeda. Sejarah yang paling terkenal mengenai penggunaan alat tradisional ini berasal dari legenda sang penjelajah legendaris Tiongkok yang bernama Ceng Ho (Zheng He).

Dalam sebuah perjalanan, Ceng Ho menggunakan kentong sebagai media komunikasi ritual keagamaan. Di Jawa, terutama pada masa Kerajaan Majapahit, kentongan digunakan sebagai media komunikasi untuk mengumpulkan warga.

Kentong sangat terkenal di Indonesia, namun siapa sangka bahwa kentongan ternyata sudah ditemukan sejak awal Masehi. Di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas kentongan masih eksis digunakan sebagai alat komunikasi saat ronda malam, dan untuk menyampaikan pesan.

Dimasa itu kentong juga digunakan untuk berbagai kebutuhan lainya di lingkungan masyarakat, seperti untuk pengiring bedug adzan, membangunkan orang untuk sahur saat Ramadhan, pengiring bedug takbir, serta upacara atau ritual tertentu(kejawen) yang membutuhkan bunyi-bunyian atau musik.